Hal Penting Mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

hal-penting-mengenai-slf

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memnuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan. Tanpa Sertifikat Laik Fungsi bagunan, gedung tidak bisa beroperasi secara legal.

Perihal Sertifikat Laik Fungsi diatur di Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia No. 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

Mengingat Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF), berikut beberapa hal yang perlu diketahui :

  1. Klasifikasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
    Sertifikat Laik Fungsi diklasisfikasikan berdasarkan jenis dan luas bangunan, sebagai berikut :
    – Kelas A untuk bangunan non-rumah tinggal di atas 8 lantai
    – Kelas B untuk bangunan non-rumah tinggal kurang dari 8 lantai
    – Kelas C untuk bangunan rumah tinggal lebih atau sama dengan 100m2, dan
    – Kelas D untuk bangunan rumah tinggal kurang dari 100m2.
  2. Pengajuan Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
    Setiap pemilik gedung bisa mengajukan permohonan SLF melalui loket Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta di tingkat Kecamatan, Suku Dinas, atau Dinas. Perbedaan loket pengurusan didasarkan pada kelas bangunan SLF yang dimohonkan, seperti dijelaskan pada klasifikasi SLF di atas.

    Bagaimana cara mengurus Sertifikat Laik Fungsi ?, pengajuan pengurusan SLF dilakukan melalui DPMPTSP.

  3. Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi membutuhkan rekomendasi beberapa dinas
    Sehubung dengan persyaratan fasilitas dan utilitas bangunan yang perlu dipenuhi untuk memperoleh SLF, pengembang memerlukan rekomendasi dari beberapa dinas.

    Dinas dan Badan Pemerintah yang menentukan penerbitan SLF adalah Dinas Tenaga Kerja, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

  4. Pemenuhan Kewajiban Sebelum Pengurusan SLF
    Untuk mengurus SLF bangunan gedung diatas 8 lantai dan/atau diatas 5.000 m2, pengembang perlu menyerahkan bukti pemenuhan kewajiban dari pengembang ke kota berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum fasos) sebelum mengurus SLF.
  5.  Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sementara sebagai pengganti SLF Definitif
    Untuk pengembang yang mengalami kendala dalam pemenuhan kewajiban ke kota terkait pengurusan Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat memohonkan SLF sementara sebelum mengurus SLF Definitif. Masa berlaku SLF Sementara adalah 6 bulan.
  6. Masa berlaku SLF (Sertifikat Laik Fungsi)
    Masa berlaku SLF bangunan adalah 5 tahun untuk bangunan non-rumah tinggal dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal. Lalu, apakah SLF harus diperpanjang? Tentunya perlu. Sebelum masa berlaku habis, pemilik gedung harus mengajukan kembali permohonan perpanjangan SLF. Permohonan perpanjangan SLF bangunan ini harus dilengkapi laporan hasil Pengkajian Teknis Bangunan Gedung oleh pengkaji teknis dari pengembang yang memiliki Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) bidang Pengkaji Bangunan.
  7. Dampak tidak adanya SLF (Sertifikat Laik Fungsi)
    Tanpa SLF, pengembang tidak dapat menerbitkan Akta Jual Beli (AJB), tidak dapat membuka cabang bank di gedung tersebut, tidak dapat membentuk Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS), dan tidak dapat memungut biaya perawatan dari penghuni.
  8. Kelengkapan Sertifikat Hunian.
    Selain Sertifikat Laik Fungsi (SLF), pembelian sebaiknya mengecek sertifikasi berikut dari pengembang: sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Izin Penggunaan Penunjukan Tanah (SIPPT), dan Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS). Agar lebih valid, pengecekan dapat dilakukan dengan mendatangi instansi terkait.

Sebelum memutuskan untuk membeli hunian vertikal, ada baiknya Anda mencari tahu lebih dalam mengenai kelengkapan sertifikasi gedung, baik Sertifikat Laik Fungsi atau sertifikat lainnya seperti disebutkan diatas. Untuk menghindari potensi masalah yang akan merugikan diri Anda, pastikan untuk meminta keterangan tentang kelengkapan sertifikat gedung dari perushaan penjual atau dinas terkait.

Hubungi Tim Kami

Office

Jalan Kudus-Purwodadi KM. 11, Undaan, Kudus, Jawa Tengah 59372

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *